Home Hal 16 Chaula Ellysia Willy – Sosok

Chaula Ellysia Willy – Sosok

62

Chaula Ellysia Willy: ‘The Next Generation Lady Bikers’

BUAH jatuh sudah pasti tidak akan jauh dari pohonnya. Itulah Chaula Ellysia Willy yang karib disapa Lisye. Karena sering diajak sang ayah yang penggemar sejati Harley Davidson, Lisye pun ‘jatuh cinta’ pada Motor Gede (Moge) produksi negara ‘Uncle Sam’ Amerika Serikat itu.

Dara cantik kelahiran 22 Agustus 2005 itu, merupakan putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Willy Farianto dan Lala. Dia mungkin akan terlihat sedikit ‘imut’ jika dibandingkan dengan kesangaran Harley Davidson yang sudah dikenalnya sejak masih berusia lima tahun.

Saat ini, Lisye tercatat sebagai siswi kelas 1 SMP Al-Azhar 19 Cibubur. Namun, kemahirannya ketika mengendarai Harley Davidson model Fat Boy LO tidak perlu diragukan. Sama sekali tidak ada rasa takut dan was-was ketika mengendarai moge asal Amerika Serikat itu.

Penyuka warna ungu dan hobbi jalan-jalan serta membaca itu, bercita-cita untuk menjadi seorang dokter bedah. Cita-cita menjadi dokter bedah memang tidak ada kaitannya dengan keinginannya untuk menjadi ‘The Next Generation Lady Bikers’. Apalagi keinginannya itu mendapat dukungan dari kedua orang tuanya.

Namun, karena masih muda dan bertubuh mungil, Lisye yang sangat ingin melakukan touring dengan Harley Davidson tipe Fat Boy LO, masih dilarang oleh sang ayah untuk mengendarai moge sendiri. Larangan itu dianggap wajar karena tidak semua orang bisa mengendarai Harley Davidson dengan baik.

“Mungkin karena belum cukup umur. Pada hal aku sih sudah sangat mahir mengendalikan Fat Boy LO. Aku ingin sekali mengaspal dengan Harley Davidson dari Cikeas ke Solo, tempat eyang tinggal. Aku berharap bisa mendapat izin secepatnya,” kata Lisye kepada Tabloid Cibubur.

Bagi Lisye, Harley Davidson tipe Fat Boy LO dengan kapasitas mesin 1690 cc memang punya daya tarik khusus dibandingkan motor-motor lainnya. Moge dengan berat 313 Kg itu, jelas sulit untuk dikendarai. Tetapi, jika sudah berada di atas moge ini, dia bisa mengendalikannya dengan mudah.

Keluarga Willy Paryanto memang penyuka moge. Tidak hanya Lisye yang sering mengendarai kuda bermesin itu, sang adik juga menyukainya. Hanya saja, jika Lisye suka moge Harley Davidson seperti ayahnya, sang adik lebih asyik mengendarai motor trail.

Tetapi, semuanya kompak menyatakan, mengendarai motor di jalan raya harus tertib dan mematuhi rambu-tambu lalu lintas. Tertib berlalu lintas selalu ditanamkan kedua orang tuanya, agar semua selamat sampai tujuan. (wal)